Sengeti yang Sepi Mendadak Ramai di Malam Takbiran

Lebaran kali ini adalah lebaran yang berbeda buat gue. Kalau biasanya gue lebaran di Bandung, kali ini gue lebaran di Jambi bareng keluarga istri dari kakak pertama gue. Lokasi tepatnya di Sengeti.

Sengeti adalah sebuah kelurahan di kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Bisa dibilang, daerah ini sepi dan minim tempat hiburan.

Enggak cuma sepi, wilayahnya juga enggak luas. Kurang dari satu jam keliling pakai motor, udah bisa lihat Sengeti dari ujung ke ujung. Enggak ada angkot atau transportasi umum. Jadi kalau mau datang ke Sengeti, bawa kendaraan sendiri, sewa kendaraan dari Jambi, atau nebeng sama orang hehehe.

Dari kota Jambi ke Sengeti enggak jauh banget sih, paling 40 menit kalau naik mobil. Jangan tanya itu udah sama macet apa enggak, karena di sini sepi cuy! Macet tuh cuma ilusi. Enggak kayak ibu kota dah pokoknya haha.

Sengeti sepi. Damai lho di sini, enggak stres karena macet hehe.

Karena emang wilayahnya kecil, warga satu sama lainnya saling kenal. Jadi rasa kekeluargaannya bisa dibilang cukup baik. 

Jangan tanya bioskop, mal aja enggak ada. Jadi kalau mau menikmati hiburan warga pergi ke kota Jambi. Dari sini bisa disimpulkan kalau warga Sengeti sebenarnya haus hiburan, kalau ada hal yang ramai, pasti langsung berkumpul, kayak malam takbiran kali ini.

Kayaknya hampir seluruh warga Sengeti datang buat ikut takbiran ini. Dari pukul 20.00 WIB warga dan peserta pawai berkumpul di lapangan Akso Dano Sengeti. Puluhan truk, mobil bak terbuka, dan kendaraan pribadi siap mengelilingi Sengeti. Mereka menyambut malam lebaran ini dengan penuh sukacita.



Bahkan beberapa pemuda sengaja mendandani dirinya dengan kostum menyeramkan, seperti pocong dan kuntilanak. Lampu-lampu hias sampai janur kuning melengkapi pawai. Dan pastinya, warga bertakbir dengan diiringi tabuhan drum yang bertalu-talu. 



Tepat pukul 20.50 WIB Ibu Bupati Muaro Jambi yang ikut hadir pun melepas peserta pawai untuk takbiran. Dan.. Di saat seperti inilah, warga Sengeti bisa melihat dan merasakan macet.

Wow.. Intinya, gue bener-bener ngerasain semaraknya malam takbiran. Maklum, belum pernah ikut takbiran seheboh ini haha.

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar
Laa Ilaaha Illaalaah Wallahu Akbar
Allahu Akbar Walillaahil Hamd.. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Traveling ke Malang Sendirian? Siapa Takut!

Tips Hemat ke Baduy, 2 Hari 1 Malam Cuma Dua Ratus Ribuan

Liburan Sehari di Pulau Pari, Bisa Ngapain Aja?

Batu; Destinasi yang Wajib Kamu Jelajahi Saat Berada di Malang!

Begini Rasanya Sehari Melancong ke 3 Pulau; Kelor, Onrust, Cipir

Review Drama Korea Prison Playbook, Mereka yang Memanusiakan Manusia

Review Drama Korea Itaewon Class, Mereka yang Tak Kenal Menyerah

Indahnya Alam Pangalengan; Wisata Situ Cileunca dan Curug Panganten

Sekilas Tentang Belitung Bagi yang Ingin Berkunjung

Review Drama Korea Melting Me Softly, Jatuh Cinta Bagai Menunggu Es Mencair